I. Identitas Jurnal
II. Isi Resume Artikel
A. Latar Belakang dan Tujuan
Latar Belakang: Sektor perikanan adalah pilar ekonomi maritim Indonesia. Tongkol (Euthynnus affinis) adalah komoditas penting. Namun, nelayan sering menghadapi ketidakpastian lokasi penangkapan yang optimal. Penelitian ini berupaya memprediksi lokasi penangkapan ikan (DPI) secara efektif menggunakan data satelit.
Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi dan memetakan secara spasial (lokasi) dan temporal (waktu) potensi daerah penangkapan ikan (DPI) Tongkol di perairan Selat Makassar menggunakan indikator Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Konsentrasi Klorofil-a (Klorofil-a).
B. Metode Penelitian
Pendekatan: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Data: Data yang digunakan adalah data satelit bulanan selama 3 tahun (2020-2022) mencakup:
Data SPL: Diperoleh dari sensor MODIS Aqua.
Data Klorofil-a: Diperoleh dari sensor MODIS.
Data Catch Per Unit Effort (CPUE): Data hasil tangkapan nelayan di lokasi penelitian.
Analisis Data: Korelasi antara SPL dan Klorofil-a dengan CPUE dianalisis. Pemetaan DPI dilakukan dengan metode Overlay Spasial untuk menemukan zona yang memiliki rentang SPL dan Klorofil-a optimal yang berkorelasi tinggi dengan hasil tangkapan.
C. Hasil dan Pembahasan (Temuan Utama)
Karakteristik Optimal: Ditemukan bahwa potensi DPI Tongkol tertinggi di Selat Makassar berkorelasi kuat dengan:
Rentang SPL Optimal: hingga .
Rentang Klorofil-a Optimal: hingga .
Variasi Temporal (Waktu): Puncak potensi DPI terjadi pada musim peralihan (Maret-Mei dan September-November). Selama bulan-bulan ini, konsentrasi Klorofil-a meningkat (menandakan ketersediaan pakan) dan SPL berada dalam rentang optimal.
Variasi Spasial (Lokasi): Secara spasial, DPI Tongkol terkonsentrasi di bagian Selat Makassar Tengah hingga Selatan, terutama di daerah dengan pertemuan arus yang menciptakan upwelling lokal (ditandai dengan Klorofil-a tinggi).
D. Kesimpulan
Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a merupakan indikator yang sangat efektif dalam memprediksi potensi daerah penangkapan ikan Tongkol di Selat Makassar.
Hasil pemetaan DPI dapat digunakan sebagai basis informasi ilmiah (dikenal sebagai Fishing Ground Information System) untuk membantu nelayan meningkatkan efisiensi dan hasil tangkapan, serta mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan