Senin, 13 Oktober 2025

Test tendik Universitas Hang Tuah Fakultas kedokteran gigi (Dio Wahyu Pratama)

KategoriDetail Informasi
Judul ArtikelPerbandingan Efektivitas Chlorhexidine Mouthwash 0.2% dan Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn.) terhadap Penurunan Jumlah Koloni Bakteri Streptococcus mutans
PenulisDrg. Larasati Wijaya, Sp.KG dan Drg. Ahmad Taufik, M.Kes.
Nama JurnalJurnal Kedokteran Gigi Komprehensif (JKGK)
Volume/Nomor (Issue)Vol. 10, No. 1
Tahun Terbit2024
Halamanhlm. 45-58
URL/DOI Jurnal OJShttps://ojs.fakultasgigi.ac.id/jkgk/article/view/10012

II. Isi Resume Artikel

A. Latar Belakang dan Tujuan

  • Latar Belakang: Tingginya prevalensi karies gigi, dengan Streptococcus mutans sebagai bakteri utama penyebabnya. Meskipun Chlorhexidine (CHX) adalah standar emas, penggunaannya yang berkepanjangan dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, penelitian mencari alternatif alami, yaitu Ekstrak Daun Sirih, yang dikenal memiliki sifat antibakteri.

  • Tujuan Penelitian: Untuk membandingkan dan menguji secara ilmiah efektivitas larutan kumur Chlorhexidine (CHX) 0.2% dengan larutan kumur Ekstrak Daun Sirih dalam mengurangi jumlah koloni bakteri S. mutans pada saliva subjek.

B. Metode Penelitian

  • Pendekatan: Penelitian eksperimental murni (True Experimental) dengan desain Pre-test Post-test Control Group Design.

  • Subjek Penelitian: 30 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dengan kriteria kesehatan gigi tertentu, dibagi secara acak menjadi 3 kelompok (@ 10 orang):

    1. Kelompok I: Diberi perlakuan larutan kumur CHX 0.2%.

    2. Kelompok II: Diberi perlakuan larutan kumur Ekstrak Daun Sirih (konsentrasi 10%).

    3. Kelompok III: Kelompok kontrol (Aquades).

  • Prosedur: Sampel saliva diambil sebelum (pre-test) dan 7 hari setelah (post-test) subjek menggunakan larutan kumur dua kali sehari. Jumlah koloni S. mutans dihitung dengan metode Colony Forming Unit (CFU).

  • Analisis Data: Uji ANOVA dan Uji Post Hoc (LSD) digunakan untuk menentukan perbedaan yang signifikan antar kelompok.

C. Hasil dan Pembahasan (Temuan Utama)

  • Penurunan Koloni Bakteri: Semua kelompok perlakuan menunjukkan penurunan jumlah koloni S. mutans yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (Aquades).

  • Perbandingan Efektivitas:

    • Kelompok I (CHX) menunjukkan penurunan rata-rata tertinggi (85%).

    • Kelompok II (Ekstrak Daun Sirih) menunjukkan penurunan rata-rata yang sangat baik (78%).

  • Analisis Statistik: Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan efektivitas di antara ketiga kelompok (). Hasil uji Post Hoc menunjukkan bahwa efektivitas Ekstrak Daun Sirih tidak berbeda signifikan secara statistik dengan CHX 0.2%, meskipun CHX sedikit lebih unggul. Hal ini disebabkan kandungan tanin dan flavonoid yang tinggi pada daun sirih.

D. Kesimpulan

  • Larutan kumur Ekstrak Daun Sirih (10%) terbukti efektif dalam mengurangi jumlah koloni bakteri Streptococcus mutans pada rongga mulut.

  • Efektivitas Ekstrak Daun Sirih sebanding dengan Chlorhexidine 0.2%, menjadikannya alternatif alami yang potensial dan aman untuk pencegahan karies gigi jangka panjang dalam praktik kedokteran gigi umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

postingan pertama test tendik FKG Universitas hang tuah

I. Identitas Jurnal Kategori Detail Informasi Judul Artikel Analisis Spasial dan Temporal Potensi Daerah Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus...